Bendera Merah Putih Raksasa Terbentang di Tebing Batu Dinding Samboja

Peringatan 17 Agustus rasanya tak lengkap jika tidak diiringi dengan pengibaran bendera merah putih. Seakan tak mau ketinggalan momen ini, Kelompok Pecinta Alam (KPA) Rimba Samboja mengibarkan bendera merah putih besar berukuran 20×12 meter di Bukit Batu Dinding KM 45, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).

Bendera ukuran besar itu dibentangkan di puncak tebing batu dinding, dan ketinggiaannya diperkirakan mencapai 70 meter. Pendiri KPA Macan Rimba samboja, Suhendra mengatakan, sekitar 30 orang anggota KPA dari Samboja dan KPA Atlas Balikpapan ikut hadir meramaikan momen spesial HUT ke-76 proklamasi kemerdekaan RI. Momentum itu juga dihadiri langsung oleh Camat Samboja Ahmad Nurkhalis.

Pengibaran bendera dalam rangka peringati HUT kemerdekaan itu, pertama kalinya dilakukan oleh KPA di tebing batu dinding. Diterangkan Suhendra, bendera raksasa itu dijahit tangan oleh anggota KPA sendiri selama lima hari. “Merah putih kami jahit sendiri, lima hari selesai. Ini untuk pengibaran bendera merah putih (HUT RI), ini pertama kalinya,” terangnya.

Jiwa dan semangat yang masih muda itu, membuat para KPA begitu antusias menyambut hari H. Mereka sejak Sabtu (14/8/2021) lalu telah bertolak menuju puncak tebing. Jarak bukan hal yang sulit untuk mereka tempuh, hanya membutuhkan 20 menit bagi mereka untuk sampai ke puncak. “Kami Sabtu sudah di sini, semua anggota,” tuturnya.

Sebelum melakukan pengibaran, kawula muda itu tak lupa melakukan beberapa persiapan, seperti gladi kotor. Untuk memastikan, pengibaran sang merah putih bisa berjalan lancar dengan maksimal. Ada lima orang yang bertugas turun ke bawah untuk membentangkan bendera. “Yang turun ini lima orang, tiga orang cowok dua cewek,” bebernya.

Selama proses menuju puncak pun, mereka dihadapkan dengan beberapa kendala. Salah satunya tebing bebatuan yang menonjol, sehingga menyulitkan anggota untuk menanjak. Saat berkemah di puncak pun, mereka harus bertahan dengan hujan angin yang begitu deras. “Pasti ada karena tebing ini banyak batuan yang menonjol. Sejak Sabtu dapat badai hujan, malam Selasa kemarin kena juga,” tambahnya.

Suhendra menyampaikan, ide ini timbul karena cetusan dari hasil obrolan santai. Sekaligus memperingati HUT RI dengan mengibarkan sang merah putih di alam terbuka, untuk tetap mengingat kemerdekaan itu sendiri. “Harapannya semoga kita cepat terlepas dari pandemi dan bisa mengikuti hari kemerdekaan kita lagi (setiap tahunnya),” pungkasnya.